Sabtu, 21 Mei 2016

KESALAHAN TRINITAS DALAM ALQUR'AN

Tidak ada komentar:
Ayat Al-Qur’an yang dianggap kontradiksi oleh Non Muslim yang akan saya bahas kali ini adalah tentang “Trinitas”. Menurut mereka, Al-Qur’an telah salah menjelaskan tentang Trinitas yang selama ini di fahami oleh sebagian besar mereka.

Berikut ayatnya :

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib". (Qs. Al-Maidah : 116)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (Qs. Almaidah : 73-74)

Dan mereka menafsirkan kedua ayat diatas sebagai berikut : “Sekali lagi ketidak tahuan Muhammad mengenai Kekristenan nampak dalam ayat ini. Kita mengetahui bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Yesus, dan Roh Kudus. Bukan Allah, Yesus, dan Maryam seperti yang dikira oleh Muhammad”

Tanggapan saya. Bagi sebagain Kristen, Bunda Maria adalah sosok yang sangat sakral, hanya saja mereka tidak merasa menuhankannya. Tak sedikit Kristen yang mengajukan permintaan, harapan kepada Bunda Maria seolah-olah beliau bisa mengabulkannya. Dan sebenarnya ini bentuk penuhanan secara tidak langsung terhadap Bunda Maria. Sebab yang bisa mengabulkan permintaan hanyalah Tuhan.

Hal ini kita rujuk kepada sebuah ayat dalam Al-Qur’an sebagai berikut :

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (Qs. Az-Zummar : 3)

Menurut ayat diatas, orang-orang musyrik pada waktu itu menyembah berhala, mereka meminta kemakmuran dan memanjatkan doa-doa kepada berhala mereka. Namun ketika ditanya, kenapa kamu menyembah mereka (berhala-berhala itu)? Mereka ngeles dengan mengatakan, kami tidak menyembah berhala-berhala itu. Kami hanya mendekatkan diri kepada Tuhan dengan perantara berhala-berhala itu.

Hal ini pun terjadi pada beberapa sekte Kristen yang menjadikan Bunda Maria sebagai Wasilah (perantara) dalam harapan dan do’a-doa mereka. Meski mereka merasa tidak menuhankan Bunda maria, tapi dihadapan Allah, mereka termasuk menyembahnya. Dan jika menyembahnya berarti menuhankannya.

Adalah Kristen sekte Collyridianisme yang terang-terangan menuhankan dan menyembah Maria sebagai Tuhan. Dan sekte ini muncul di tanah Arabia sekitar 350-450 Masehi. Jadi sangat wajar sekali jika Nabi Muhammad yang lahir di Arab menerima pemahaman ke kristenan sesuai dengan kondisi Kristen yang ada di sekitarnya. Bahkan keyakinan seperti ini masih ada hingga kini meski jumlahnya memang sedikit. Penjelasan selengkapnya klik disini.

Mungkin sekte inilah yang sedang dibicarakan Allah dalam Al-Qur’an, dan mungkin saja Kristen sekte ini yang menjadi mayoritas di lingkungan tanah Arab pada waktu itu itu, sehingga jika Muhammad di beri wahyu oleh Allah bahwa Trinitas adalah Allah – Yesus – roh Kudus, tentu akan ditertawakan oleh Kristen-kristen yang ada disekitarnya. Jadi, tuduhan bahwa Al-Qur’an salah menjelaskan Trinitas adalah kebodohan mereka saja yang tidak memiliki keluasan wawasan dan  menganggap bahwa seluruh Kristen memahami Trinitas seperti yang mereka yakini. Padahal ada banyak sekte Kristen yang saling berbeda pemahaman antara Kristen satu dengan Kristen lainnya.

Terlepas dari itu semua, menganggap ada Tuhan lain selain Allah adalah perbuatan syirik (menduakan Tuhan). Dan Tuhan telah menjelaskan ini sejak dulu kala.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Keluaran 20:3)

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Ulangan 5:7)


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Qs. An-Nisa : 48)

Mengatakan Yesus adalah tuhan, atau Roh kudus adalah tuhan, atau Maria adalah Tuhan... ini jelas telah membuat-buat Allah lain dihadapan Allah yang sah. Bahkan 12 murid yang sering bersama-sama Yesus pun tidak pernah sekalipun menganggap Yesus sebagai Tuhan yang menciptakan diri mereka. Dan Yesus sendiri pun selama masa dakwahnya dari satu tempat ke tempat lain, beliau tidak pernah mengkampanyekan diri sebagai Tuhan, beliau juga tidak pernah menyebut-nyebut Roh Kudus sebagi Tuhan. Jadi, anggapan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan, jelas bidat yang fatal.

Banyak orang yang berharap kesembuhan dari Yesus, tapi tak ada seorangpun yang berkata kepada Yesus, “Tuhan Yesus... engkaulah yang menciptakan aku, maka sembuhkan aku” atau perkataan-perkataan sejenis. Malah mereka berkata, "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." (Matius  21:11)

Allahu ‘alam....

Sabtu, 07 Mei 2016

DOWNLOAD ALQURAN TERJEMAHAN

Tidak ada komentar:
Sebagai orang Islam kita pasti mengenal Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita. dan di zaman modern seperti ini kita tidak lagi kesulitan mencari atau membeli Al-Qur'an dengan tampilan bagus untuk kita baca. Salah satunya adalah Software Al-Qur'an gratis ini.

Software Al Qur'an ini kami rekomendasikan untuk anda yang ingin menghafal Al-Qur'an atau sekedar membaca Al-Qur'an di komputer. Software yang dibuat secara profesional oleh salah satu universitas yang sangat terkenal di Arab Saudi yaitu King Saud University ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Antara lain :

01. Terjemah Bahasa Indonesia dan 20 Bahasa Lainnya
02. Tafsir Bahasa Indonesia dari Al Jalalayn
03. Murottal MP3 Al Qur'an lebih dari 20 Qori / Imam
04. Putar Murottal MP3 Per Ayat
05. Dirancang untuk membantu menghafal Al Qur'an
06. Pengulangan Per Ayat / Halaman yang ingin dihafal
07. Mode Latihan Hafalan dengan Highlight Ayat
08. Mode Tilawah untuk membaca Al Qur'an
09. Pencarian Ayat / Terjemah
10. Tersedia untuk Windows / Mac / Linux/ Android

Download Aplikasi Ayat Ver 1.2.2  klik disini
Khusus versi Android klik disini
Khusus versi Mac klik disini
 
Setelah download aplikasi ayat, download murottal juga, agar file audionya bisa dijalankan. Silahkan pilih :

1. Syekh Hudaifi (409 MB) klik disini
2. Syekh Al Ghomidi (423 MB) klik disini
3. Syekh Abdul Basit (537 MB) klik disini
4. Syekh Husari (734 MB) klik disini
5. Syekh Misyari Rasyid Alafasy (819 MB) klik disini

Software ini dibuat oleh King Saud University

Mudah-mudahan bermanfaat...

RIWAYAT LEMAH ISRA MI'RAJ

Tidak ada komentar:
Bismillahirroh manir rohim...

Kali ini saya menemukan artikel cukup bagus dari sebuah blog Islam yang isinya tentang “Kepalsuan sebuah riwayat tentang Isra Mi’raj”. Insya Allah isinya bisa dipertanggung jawabkan, sebab sudah saya rujuk isinya ke berbagai sumber. Namun ada baiknya, pembaca pun melakukan pengujian lebih lanjut agar lebih yakin lagi bahwa cerita ini adalah cerita yang lemah.

Berikut kutipan artikel tersebut dengan tambahan dan editing seperlunya, agar lebih mudah difahami oleh para pembaca sekalian.

Ibnu Ishaq berkata, “Di antara kisah yang sampai kepada saya dari Ummu Hani binti Abi Thalib yang berhubungan dengan Isra Mi’raj Rasulullah ialah, “Rasulullah ketika di Isra kan  berada di rumahku. Beliau  tidur di sampingku pada malam itu. Awalnya beliau  sholat Isya kemudian tidur. Sebelum fajar Rasulullah telah mengejutkan kami lalu sholat Subuh. Kemudian kami sholat bersamanya."

Setelah itu Rasulullah bersabda, “Wahai Ummu Hani! Malam tadi saya telah sholat bersama kamu seperti yang kamu tahu di wadi ini. Setelah itu saya pergi ke Baitul Maqdis dan sholat di sana dan sekarang saya sholat Subuh bersama kamu seperti yang kamu saksikan."

"Setelah itu Rasulullah  bangkit untuk keluar. Aku memegang ujung selimut beliau hingga tersingkap perutnya  bagaikan kain qibti yang berlipat, lalu aku pun berkata, “Wahai Nabiyallah! Janganlah engkau ceritakan perkara ini kepada orang banyak, nanti mereka akan mendustakan engkau dan menyakitimu". Beliau  berkata, “Demi Allah! Aku tetap akan menceritakan kepada mereka". Kemudian aku pun menyuruh budakku untuk mengikuti Nabi dan mendengarkan apa yang ia sampaikan kepada kaumnya, serta melihat reaksi mereka”

Sebelum itu Ibnu Ishaq telah mengemukakan peristiwa Isra Mi'raj yang dinukilnya dari Hasan Basri di mana diceritakan, “Setelah pagi sekembalinya Rasulullah  dari Isra Mi'raj, Baginda  menceritakan kepada orang-orang Quraisy peristiwa perjalanannya. Berkatalah kebanyakan orang, “Demi Allah! Cerita ini sulit di fahami. Jarak yang ditempuh oleh unta sebulan perjalanan dari Mekah ke Syam dan sebulan pula perjalanan balik dari sana ke Mekah mungkinkah bisa ditempuh oleh Muhammad dalam hanya satu malam?" Maka banyaklah orang-orang yang telah memeluk Islam menjadi murtad. Orang banyak terus pergi kepada Abu Bakar untuk bertanya kepada beliau.." - (Ibid jilid 2 m.s. 32,33 & 34)

Sayangnya Ibnu Ishaq, Ibnu Sa'ad dan Al-Kalbi tidak menyebutkan sanad cerita tersebut. Tetapi Ibnu Jarir, At-Thabari, Baihaqi, Ibnu Abi Hatim, Abu Ya'la dan Ibnu Asakir telah mengemukakan isnad kisah ini. Perawi-perawi yang ada dalam cerita tersebut diantaranya, Abu Ja'far Ar Razi, Abu Harun Al-Abdi dan Khalid bin Yazid atau Abu Malik.

Sekarang, marilah kita teliti perawi-perawi cerita tersebut untuk menguji kesahaihannya.


1) Abu Ja'far Ar-Razi

Namanya Isa bin Abi Isa. Lahir di Basrah dan menetap di Razy. Di antara orang-orang yang meriwayatkan hadits dari beliau ialah anak beliau sendiri yaitu, Abdullah dan Abu Nu'aim.

Meskipun Yahya bin Ma'in dan Abu Hatim mengatakan beliau seorang yang tsiqah namun Ali Ibnu Madaini mengatakan beliau seringkali melakukan kesalahan.

An-Nasai dan Imam Hambal berpendapat, “Bukan orang yang kuat (hafalannya)”

Fallas berkata, “Ingatannya sangat jelek."

Ibnu Hibban berkata, “Dia seringkali mengemukakan riwayat-riwayat yang mungkar dengan menghubungkan kepada Imam-Imam yang masyhur."

Abu Zur'ah berkata, “Dia mengalami kepikunan pikiran (waham)."

Imam Zahabi pula berkata, “Dia telah mengemukakan peristiwa Mi'raj dalam satu riwayat yang panjang melalui Rabi' bin Anas. Diambilnya dari Abu Al-'Aaliah dan Abu Al-Aaliah pula mengambilnya dari Abu Hurairah. Di dalam riwayatnya itu banyak sekali perkara-perkara mungkar". (Mizan al-I'tidal jilid 3 hlm. 320)

Imam Zahabi telah menghukum mungkar riwayat ini karena terdapat dalam sanadnya Abu Ja'far ar-Razi, karena kecacatan pada buruk ingatannya dan beliau selalu mengaitkan cerita mungkar dengan Imam-Imam yang masyhur.

Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma’ad jilid I/99 mengatakan bahwa Abu Ja’far dinyatakan dhaif oleh Imam Ahmad dan lainnya. Ibnul Madaini mengatakan bahwa ia suka mencampur adukkan perawi.

Ibnu Hajar Asqalani menyimpulkan dalam kitab Taqrib At-Tahdzib, bahwa Abu Ja’afar Ar-Razi adalah shaduqun sayi’ul hifzh khususon anil mughirah (Jujur tapi jelek hafalannya, terlebih lagi riwayat dari mughirah).

Az-Zaila’i dalam Nashab Ar-Raya II/132 menjelaskan, Ia (Abu Ja’afar) dinyatakan dhaif oleh Ibnul Jauzi dalam At-Tahqiq dan dalam Al-Illal Al-Mutanahiyah.

Klik Diagram Komentar Ulama Disini 


2) Khalid bin Yazid

Abu Malik ad-Dimasyqi - Dia adalah penduduk Damsyik.

Yahya bin Ma'in berkata, “Dia adalah seorang manusia yang lemah".

Imam Ahmad berkata, “Dia tiada bernilai langsung."

Nasa'i berkata, “Dia tidak tsiqah".

Daraquthni berkata berkata, “Dia seorang yang dha'if".

Ibnu Abi Al-Hawari menceritakan bahawa, “Saya pernah mendengar Yahya bin Ma'in berkata, “Di Iraq ada sebuah kitab yang perlu dikebumikan yaitu tafsir Al-Kalbi (yang kemudiannya terkenal dengan Tafsir Ibnu Abbas).

Di Syam pula ada sebuah kitab yang juga perlu dikebumikan yaitu kitab ad-Diyat tulisan Khalid bin Yazid. Hati Khalid ini tidak akan senang jika tidak berbohong tentang ayahnya dan para sahabat ".

Ahmad bin Abi al-Hawari ini juga berkata, “Dulu saya pernah menyalin kitab Khalid ini tetapi kemudiannya saya memberikannya kepada penjual obat untuk dijadikan kertas pembungkus obat-obatnya."

Imam Zahabi berkata, “Dia dilahirkan pada tahun 105 H dan mati ketika berumur 80 tahun." - (Lihat Mizan al-I'tidal jilid 1 hlm. 654)

Keterangan di atas membuktikan bahawa Khalid bin Yazid adalah seorang yang tidak boleh diterima menurut seluruh ulama hadis. Imam Yahya bin Ma'in bahkan mengatakan beliau seorang pendusta besar. Dia banyak berbohong tentang para sahabat.

Klik Diagram Komentar Ulama Disini

 
3) Abu Harun Al-Abdi

Namanya ialah Umarah bin Al-Juwain. Riwayat-riwayatnya terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah.
Imam Zahabi berkata, “Dha'if"

Hammaad bin Zaid berkata, “Pembohong."

Imam Ahmad berkata, “Tidak bernilai langsung."

Yahya bin Ma'in berkata, “Dia seorang dha'if (lemah). Riwayat-riwayatnya tidak bisa dibenarkan."

Nasa'i berkata, “Matrukul hadis (seorang yang ditinggalkan dan tidak dipakai hadisnya)."

Ibnu Hibban berkata, “Dia selalu mengaitkan riwayat-riwayat dengan Abu Sa'id al-Khudri yaitu riwayat-riwayat yang tidak pernah dikemukakan oleh Abu Sa'id."

Imam Syu'bah berkata, “Kalau aku diberi pilihan di antara 2 perkara, aku dibunuh atau mengemukakan kepada orang banyak riwayat-riwayat Abu Harun, maka aku akan memilih supaya dibunuh, aku tidak akan mengemukakan riwayatnya. Sebelum ini aku selalu mempertanyakan dari setiap qafilah yang datang tetapi kemudian dia datang ke Basrah. Padanya ada sebuah kitab. Saya membaca kitab itu. Saya mendapati dia menuliskan keburukan-keburukan Ali di dalamnya."

Iman Daraquthni berkata, "Dia seorang yang sering berubah-ubah. Kadang-kadang menjadi seorang Rafidhi (Syi'ah), kadang-kadang menjadi seorang Khariji (orang Khawarij)."

Ibnu Hibban berkata, “Riwayat-riwayat yang dikaitkannya dengan Abu Sa'id al-Khudri semuanya bohong. Abu Sa'id tidak pernah meriwayatkan begitu."

Jauzajani berkata, “Abu Harun adalah seorang pendusta besar. Dia selalu menuduh para sahabat dengan berbagai tuduhan."

Syu'bah berkata lagi, “Pernah aku pergi kepadanya dan meminta supaya menunjukkan kepadaku riwayat-riwayat yang dikaitkan Abu Sa'id dengannya. Dia meletakkan sebuah kitab di hadapanku. Di antara yang tersebut di dalam kitab itu ialah Abu Sa'id al-Khudri berkata bahwa Utsman bin Affan telah benar-benar kufur terhadap Allah sebelum beliau wafat. Saya mengembalikan kitab itu kepadanya dan terus pulang.

Itulah dia Abu Harun al-Abdi yang menulis tentang keburukan-keburukan Ali dan juga keburukan-keburukan Utsman. Jika orang seperti ini mengemukakan riwayat yang menyebut bahwa, " Setelah Nabi  menceritakan peristiwa Isra Mi'raj yang dialaminya, maka murtadlah sekian banyak orang-orang yang telah memeluk Islam; barangkali mengikut Abu Harun al-Abdi ini termasuklah juga Ali dan Utsman, karena bukanlah ketika itu tidak banyak orang-orang yang telah memeluk agama Islam.

Yahya bin Ma'in berkata, “Abu Harun mempunyai satu sahifah yang dipanggilnya Sahifah Al-Washi (penerima wasiat atau Sahifah Ali). Saleh bin Muhammad pula berkata bahwa, “Abu Harun lebih bohong daripada Firaun. Dia telah meninggal dunia pada tahun 134H." - (Lihat Mizanu al-I'tidal jilid 3 hlm. 173-174).

Klik Diagram Komentar Ulama Disini

Meniliti Matannya

Itulah sekilas cerita tentang perawi-perawi kisah Isra Nabi  dari rumah Ummu Hani yang ternyata mengalami cacat sanad. Sekarang marilah kita cermati matannya (inti ceritanya) agar lebih meyakinkan bahwa Kisah Nabi Isra dari rumah Ummu Hani adalah lemah.

1. Konon Isra dan Mi'raj terjadi di tahun kesedihan, yaitu tahun ketika Rasulullah ditinggal wafat oleh pamannya (Abu Thalib) dan isterinya (Khadijah). Peristiwa ini terjadi sekitar 2 tahun sebelum Rasulullah melakukan hijrah ke Madinah.

2. Ummu Hani diceritakan masuk Islam pada tahun 8 Hijriah ketika penaklukan Mekkah. Artinya ketika Rasulullah melakukan Isra Mi’raj, Ummu Hani belum memeluk Islam. Jadi bagaimana mungkin Nabi bisa menginap di rumahnya dan melakukan shalat berjamaah bersama dengannya?? Lagipula, konon perintah shalat itu baru ada setelah peristiwa Isra Mi’raj.

3. Siapakah yang dimaksudkan oleh Ummu Hani dengan perkataan ‘Kami’ dalam riwayat tersebut, yaitu “Kami sholat bersama Nabi"?

Kalau yang dimaksudkan “kami” di sini adalah suami beliau, Hubairah, berati Ummu Hani tidak sendirian. Dan itu tentu lebih tidak mungkin sebab Hubairah adalah orang yang memusuhi Nabi saat itu. Bahkan ketika Mekkah ditaklukkan, Hubairah memilih melarikan diri ke Najran daripada memilih untuk masuk agama Islam.

4. Menurut sejarah,  Nabi pernah melamar Ummu Hani sebelum beliau melamar Khadijah. Namun Ummu Hani menolak beliau dengan alasan bahwa orang-orang mulia hanya pantas memiliki kekerabatan dengan orang mulia lagi.

Jadi cukup mengherankan jika tiba-tiba saja Ummu Hani memasukkan laki-laki yang tidak mulia, sedang dicari-cari oleh musyrikin Mekah ke dalam rumahnya. Apalagi jika suaminya ada di rumah, ini lebih mustahil lagi sebab selain Hubairah memusuhi Nabi, juga bisa terjadi cemburu buta.

5. Tindakan Ummu Hani yang memegang ujung selimut Nabi  pada keesokan paginya menunjukkan dengan jelas bahwa Hubairah tidak ada di rumah waktu itu. Lalu siapa yang dimaksud “kami shalat berjamaah” oleh Ummu Hani?

6. Dalam cerita yang diriwayatkan Hasan Basri disebutkan bahwa setelah Nabi  mengemukakan peristiwa Isra dan Mi'rajnya itu, maka banyak sahabat yang menjadi murtad, tapi sayang kisah ini tidak diikuti oleh beberapa nama sahabat yang murtad itu. Tentu hal ini menjadi sangat penting, sebab waktu itu orang yang memeluk Islam masih sangat sedikit sekali dan hanya sekitar keluarga Nabi saja.

Isra Mi’raj Dalam Hadits Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha'sha'ah radliallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bercerita kepada mereka tentang malam perjalanan Isra': "Ketika aku berada di al Hathim (atau beliau menyebutkan di al Hijir) dalam keadaan berbaring, tiba-tiba seseorang datang lalu membelah".

Qatadah berkata; Dan aku juga mendengar dia berkata: "Lalu dia membelah apa yang ada diantara ini dan ini". Aku bertanya kepada Al Jarud yang saat itu ada di sampingku; "Apa maksudnya?". Dia berkata; "dari lubang leher dada hingga bawah perut" dan aku mendengar dia berkata; "dari atas dadanya sampai tempat tumbuhnya rambut kemaluan. "Lalu laki-laki itu mengeluarkan kalbuku (hati), kemudian dibawakan kepadaku sebuah baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan iman, lalu dia mencuci hatiku kemudian diisinya dengan iman dan diulanginya. Kemudian aku didatangkan seekor hewan tunggangan berwarna putih yang lebih kecil dari pada baghal namun lebih besar dibanding keledai.".......  (HR. Bukhari No. 3598)


Menurut hadits ini, Rasulullah saat itu sedang berada di sekitar Baitullah (Ka’bah). Tentu hal ini sangat bertentangan dengan cerita Nabi tidur di rumah Ummu Hani.

Adapun cerita Isra Mi’raj ini dibuat oleh orang-orang Syi’ah atau sejenisnya untuk menjatuhkan harga diri Nabi, maka saya katakan, bahwa saya tidak memiliki pengetahuan tentang itu. Saya hanya mencoba meneliti para perawi yang meriwayatkan cerita tersebut, dan sekaligus meneliti matannya.

Adapun kebenarannya saya serahkan kepada Allah.

Allahu ‘alam....

Rabu, 04 Mei 2016

MATIUS 2:23

Tidak ada komentar:
Kutipan dari tulisan admin sarapanpagi.com

LAI Terjemahan Baru (TB), Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. (Matius 2:23)

King James Bible (KJV), And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.

Textus Receptus (TR), και ελθων κατωκησεν εις πολιν λεγομενην ναζαρετ οπως πληρωθη το ρηθεν δια των προφητων οτι ναζωραιος κληθησεται

Translit Interlinear, kai {kemudian} elthôn {setelah datang} katôkêsen {tinggal} eis {di} polin {sebuah kota} legomenên {(yang) dipanggil} nazaret {nazaret} hopôs {supaya} plêrôthê {dipenuhi} to {yang} rêthen {dikatakan} dia {melalui} tôn prophêtôn {nabi-nabi} hoti {bahwa} nazôraios {orang nazaret} klêthêsetai {Ia akan disebut}

Matius mengatakan bahwa dalam hal itu sabda para nabi menjadi genap. Disini muncul suatu kesukaran, sebab dalam Perjanjian Lama tidak ada ayat yang mengatakan bahwa Mesias akan berasal dari Nazareth. Bahkan dalam seluruh Perjanjian Lama, kata Nazareth tidak pernah disebut. Namun demikian, Matius mengatakan bahwa tinggalnya Tuhan Yesus di Nazareth adalah penggenapan nubuat para nabi.


Dalam kutipan di atas, rupanya admin sarapan pagi lumayan jujur dengan mengatakan bahwa kata Nazareth tidak ditemukan dalam bagian kitab manapun dalam Perjanjian Lama. Tapi ada satu hal yang dia lupakan, bahwa Matius menulis, “disampaikan oleh NABI-NABI” artinya ada lebih dari satu orang Nabi yang bernubuat serupa tentang Nazareth. Namun sayang, ternyata kata tersebut tidak ditemukan.

Teka-teki itu oleh para ahli kitab, biasanya dipecahkan dengan 2 cara, yang kedua-duanya bisa benar bahkan mungkin kedua-duanya dengan serentak dimaksudkan oleh Matius :

Dalam hal ini, admin Sarapan Pagi kurang jujur dengan mengatakan kedua-duanya bisa benar. Padahal yang namannya kemungkinan bisa saja kedua-duanya bisa SALAH!!! Dan kedua metoda ini harus diterapkan dalam pengujian agar tidak terkesan hanya menutup-nutupi kelemahan argumentasinya.

1. Dalam Yesaya 53:3 dinubuatkan bahwa Mesias akan merupakan seorang yang hina. Dengan tinggalnya Tuhan Yesus di Nazareth, nubuat itu dipenuhi, sebab hal berasal dari Nazaret dianggap sebagai suatu hal yang hina. Nazareth terdapat di daerah Galilea, pada zaman sekarang ini Nazareth adalah kota yang cukup besar dan modern. Tetapi pada zaman Tuhan Yesus, Nazaret adalah kota kecil dan tidak ternama. Pada waktu itu orang menganggap sebagai hal yang sangat aneh kalau Mesias datang dari kota Nazareth, kota yang sangat sederhana dan tak ternama itu.

Dalam Yohanes 1:46, Natanael mengatakan : "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?". Apalagi Nazareth terletak di Galilea, dan orang Yahudi di Yudea menganggap orang Yahudi di Galilea sebagai orang yang kurang murni dalam agama (walaupun praktek agama di galilea dan di Yudea sebenarnya tidak terlalu berlainan), sehingga hal berasal dari Galilea memberi cap yang agak hina pada seseorang.

 
Kita tidak bisa memvonis Nazareth sebagai kota yang hina sebab banyak orang shaleh berada disana pada waktu itu. Sebut saja Zakaria, dia seorang imam keturunan Harun. Kemudian Yusuf yang disebut-sebut sebagai keturunan Daud. Jadi bagaimana admin Sarapan Pagi punya pemikiran bahwa keagamaan disana kurang murni, sementara Zakaria, Yusuf, Maria dan Yohanes berasal dari sana.

Lalu Nazareth yang kurang terkenal, bukan berarti kota tersebut  hina dan dianggap remeh oleh orang-orang seperti Natanael. Sebab masih banyak kota yang lebih tidak terkenal dari Nazareth, dan seharusnya dari sana Mesias berasal jika ukurannya kota terkenal atau bukan.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. (Yesaya 53:3)

Pada kenyataannya Yesus diikuti banyak orang kemanapun beliau pergi, bahkan beliau memiliki 12 Murid utama dan puluhan murid yang tersembunyi. Mengatakan bahwa beliau di hina dan dihindari orang, serta orang-orang menutup mukanya adalah pernyataan yang tidak kitabiah, mengada-ada, dan tentu saja sedang berupaya mencocok-cocok sebuah ayat nubuat agar terkesan digenapi oleh Yesus.

Baca perihal nubuat Yesaya secara lengkap disini.

Silakan lihat sendiri kisah Yesus berikut

Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Matius 4:25)

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, (Matius 7:28)

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, (Matius 12:46)


Masihkah mau mengatakan bahwa Yesus dihindari banyak orang? Bahkan kita pun tidak memperhitungkannya?

2. Mungkin juga Matius merujuk pada Yesaya 11:1, dimana Mesias disebut "tunas". Kata Ibrani untuk tunas adalah נצר - NETSER, yang bunyinya hampir sama dengan "Nazareth".

וְיָצָא חֹטֶר מִגֵּזַע יִשָׁי וְנֵצֶר מִשָּׁרָשָׁיו יִפְרֶה׃

Translit, VEYATSA KHOTER MIGEZA YISYAY VENETSERMISYARASHAV YIFREH


Admin SP berbicara kemungkinan untuk hal yang krusial ini, menandakan dia sendiripun “yakin tidak yakin” dengan pendapatnya. Sebab memang benar, Nazaret dan Netser itu tidak berhubungan sama sekali, KECUALI kalau dipaksakan seperti yang dilakukan oleh Admin SP.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Matius memaksudkan persamaan bunyi "Nazareth" dengan "NAZIR" (orang yang membaktikan dirinya secara khusus kepada pelayanan kepada Tuhan). Tetapi tafsiran yang ini kurang menarik, sebab dalam Perjanjian Lama tak pernah menyebut bahwa Mesias adalah seorang nazir.

Nazareth dan Nazir cenderung lebih mirip ketimbang Nester, hanya saja Admin SP menolak dengan alasan bahwa Perjanjian Lama tidak menyebutkan bahwa Mesias adalah seorang Nazir. Bahkan kalau mau fair, Admin SP juga harus tahu bahwa Perjanjian Lama juga TIDAK PERNAH menyebut mesias adalah seorang Tuhan atau Jelmaan Tuhan.

Ya... Admin SP ingin menghindari kesan bahwa tidak mungkin seorang Tuhan (Baca : Yesus) menjadi seorang pelayan Tuhan. Padahal kenyataannya Yesus adalah seorang Hamba Tuhan, Pelayan Tuhan atau suruhan Tuhan yang mengajak manusia untuk menyembah satu Tuhan saja yaitu Allah Bapak (Allah Ta’ala). Dan yang dinubuatkan dalam Kitab Ulangan 18:18-20 pun bukan datangnya seorang jelmaan Tuhan, tapi seorang utusan Tuhan atau lebih kita kenal dengan sebutan NABI.

Ada pendapat yang lain lagi yang lebih kurang menarik, misalnya tafsiran dari seorang ahli kitab M. Lidzbarski, yang menghubungkan ayat ini dengan suatu sekte yang disebut "nazôraiôn aireseôs" (sekte Nasrani). Karena tidak ada bukti bahwa Yesus mempunyai hubungan dengan sekte itu.

Alasan tidak ada bukti bahwa Yesus tidak memiliki hubungan dengan sekte Nazoraion disebabkan karena admin SP ingin menutupi hal yang melemahkan ke-ilahian Yesus. Melihat kenyataan bahwa orang-orang Nazareth adalah kelompok orang shaleh (para pelayan Tuhan, menurut admin SP), tentu saja ada kemungkinan mereka dekat dengan sekte ini. Apalagi kata Nazoraion ini sangat dekat baik susunan kata dan pelafazannya dengan Nazareth. Ditambah, adanya kemungkinan daerah itu disebut-sebut sebagai Nazareth disebabkan karena daerah tersebut berisi orang-orang yang menganut sekte Nazoraion.

Maka jelas bahwa Matius memperhatikan orang yang ragu-ragu akan martabat Yesus sebagai Mesias karena ia berasal di Nazareth yaitu daerah yang diremehkan orang Yahudi pada umumnya. Tulisan Matius ini justru dapat menghubungkan dengan Perjanjian Lama tentang "hamba yang hina" atau "Mesias yang dihina" (Yesaya pasal 42; 52 & 53; Mazmur 22:7; Daniel 9:26).

Admin SP menyebut Nazareth adalah daerah yang diremehkan orang Yahudi secara umum, tentu harus disertai bukti, tanpa bukti tentu argumen seperti itu adalah lemah. Jika kita melihat kenyataan, justru Arabia lah (keturunan Ismael) daerah yang diremehkan oleh bangsa Yahudi juga oleh bangsa-bangsa lain, sehingga keberadaan bangsa Arab tidak dipandang sebelah mata pun oleh bangsa-bangsa lain saat itu.

Sementara ayat-ayat Perjanjian Lama yang di klaim  berhubungan dengan kedatangan Yesus sudah saya jelaskan di artikel-artikel sebelumnya. Dan hasilnya, tidak cocok dengan pribadi Yesus. Banyaknya orang yang mengikuti Yesus ketika beliau hidup, membuktikan bahwa beliau bukan orang yang hina. Malah beliau disebut-sebut sebagai keturunan Daud (keturunan orang terhormat), dilahirkan di kota Daud (di kota orang terhormat).

Admin SP juga menyertakan Mazmur 22:7 yang konon menghubungkan Perjanjian Lama tentang mesias yang hina.

Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: (Mazmur 22:7)

Padahal ini bukan ayat Nubuat, melainkan nyanyian Daud. Lagi pula frasa “Semua yang melihat aku” sudah dibantah di atas bahwa Yesus di ikuti dan dicintai banyak orang selama beliau hidup. Jadi anggapan “semua orang menghinanya” adalah klaim yang tidak kitabiah dan mengada-ada. Dan orang Kristen sering sekali mengatakan itu, seolah dia lupa bagaimana Yesus bermukjizat untuk banyak orang dengan melipat gandakan jumlah roti dan ikan.

Ya, Yesus sosok yang diikuti dan dicintai banyak orang. BUKAN sosok yang dibenci dan dijauhi oleh semua orang. Catat itu baik-baik!!!

MIKHA 5:1-6

2 komentar:
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:2)

Ayat dari Kitab Perjanjian Lama ini sering disebut-sebut sebagai Nubuat kedatangan Yesus oleh orang-orang Kristen. Mereka tidak perduli dan tidak pernah meneliti seberapa cocok Nubuat ini dengan penggenapan yang ada pada diri Yesus. Mereka hanya menukil, lantas menyimpulkan secara buru-buru. Dan selesai!!

Di tambah lagi, Matius telah menyebut-nyebutnya sebagai Nubuat untuk Yesus. Sehingga semakin hilanglah rasa ingin meneliti sejauh mana kebenaran ayat ini untuk Yesus.

Mari kita bandingkan dengan cermat!!!

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:2)

Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (Matius 2:6)

Mikha menulis : Betlehem Efrata adalah suku terkecil diantara kaum Yehuda.

Matius menulis : Betlehem tanah Yehuda, bukanlah yang terkecil diantara yang memerintah Yehuda.

Dari sini pun sudah kelihatan kebingungan Matius dalam mengutip ayat Perjanjian Lama. Sebab apa yg dia tulis, sangat berbeda jauh dengan apa yang ditulis oleh Mikha.

Betlehem Efrata – Betlehem Tanah Yehuda = sudah jelas BEDA!!!

Yang terkecil – Bukan Yang terkcil = sudah jelas BEDA!!!

Pelajari secara perikop..

Seperti yang saya lakukan sebelumnya, bahwa untuk menafsirkan sebuah ayat tidak bisa dibaca hanya sepenggal. Harus dibaca secara perikop (keseluruhan cerita) di ayat-ayat sebelumnya dan ayat-ayat sesudahnya.

Jika kita membaca kitab Mikha pasal 3-4, maka kita mendapat sebuah cerita kesuraman-kesuraman yang terjadi di tanah Israel. Kedzaliman, korupsi, nabi-nabi palsu, ketidak adilan dan lain-lain menjadi pemandangan yang lumrah sehingga Tuhan memberikan pengetahuan kepada Nabi Mikha bahwa semua ini akan berakhir ketika Tuhan membangkitkan seseorang dari suku Bethlehem efrata, yaitu sebuah suku yang terkecil dari kaum Yehuda, dan dia akan memerintah Israel dengan baik. Dia akan memerintah sesuai kehendak Tuhan sehingga masa kejayaannya ini akan dikenang sepanjang zaman. (Baca Mikha 5:1-4)

Apabila ada sebuah bangsa (baik itu Asyur atau negara lainnya) yang ingin menjajah atau menindas Israel, maka dia akan melawannya dengan pedang terhunus (senjata) sehingga bangsa penyerang tersebut pergi dari Israel. (Baca Mika 5:5-6)

Apakah sampai sini terlihat digenapi oleh Yesus?

Sama sekali tidak!! Sebab Yesus tidak pernah diceritakan mengangkat senjata, apalagi bisa sampai mengusir bangsa-bangsa yang sedang menjajah Israel saat itu. Jadi bagaimana mungkin Yesus dikatakan menggenapkan nubuat ini?

Ada seorang apologetic Kristen mengatakan bahwa Asyur itu maksudnya adalah Dosa, bukan kerajaan Asyur secara nyata. Maka menurut saya, penafsiran seperti itu terlalu melenceng jauh dari tekstual alkitab. Sebab ayatnya begitu gamblang menuliskan “Jika Asyur masuk dan menginjakkan kaki di daerah kita (Yehuda)".

Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. (Mikha 5:6) TR

dan Ia akan memberikan kedamaian. Apabila tentara Asyur menyerbu negeri kita dan mendobrak pertahanan kita, kita akan mengerahkan pemimpin-pemimpin kita yang terkuat untuk memerangi mereka. Pemimpin-pemimpin kita itu akan mengalahkan Asyur dengan kekuatan senjata, dan menyelamatkan kita dari tangan mereka. (Mikha 5:6) BIS

Dan inilah damai itu nantinja: Djika Asjur memasuki negeri kita serta mengindjak tanah kita, maka tudjuh gembala akan kita hadapkan lawannja, tudjuh hulubalang insani. Mereka akan merumput negeri Asjur dengan pedang, tanah Nimrod dengan parang. Ia akan melepaskan (kita) dari Asjur, pabila negeri kita dimasukinja dan djadjahan kita diindjaknja. (Mikha 5:6) ENDE 1970

Sementara pasca kematian Yesus, orang-orang Israel mengeluh demikian : “Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. (Lukas 24:21)

Tentu maksud membebaskan bangsa Israel disini adalah dari penindasan bangsa Romawi, seperti Musa membebaskan nenek moyangnya dulu dari penindasan Fir’aun.

Harapan orang-orang Israel ini baru terpenuhi ketika pasukan Islam dibawah ke pemimpinan Umar bin Khattab mengusir Romawi dari Yerusalem, 600 tahun setelah peristiwa “penyaliban Yesus”.

Allahu ‘alam....

YESAYA PASAL 53

Tidak ada komentar:
Hampir seluruh orang Kristen punya keyakinan bahwa Yesaya pasal 53 adalah nubuat (ramalan) akan kedatangan Yesus Kristus. Hal itu terlihat jelas dari ciri-ciri yang diceritakan oleh Nabi yesaya dalam pasal tersebut. Namun se-akurat apa kecocokan nubuat tersebut dengan diri yesus?

Kita akan membahasnya perlahan sambil merujuk kepada kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. berikut paparannya,

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? (Yesaya 53:1)

Ayat ini memiliki 2 kemungkinan :

1. Menanyakan pribadi seseorang yang telah ada (bukan Nubuat).

2. Menanyakan pribadi seseorang yang belum ada (nubuat)

Jadi, siapapun bisa menjadi penggenapan Yesaya pasal 53 ini selama sesuai dengan ciri-ciri yang dituliskan oleh Nabi Yesaya. Namun dalam uraian saya ini, saya hanya akan fokus kepada pribadi Yesus yang selama ini dianggap sebagai penggenapnya. Dan persiapkan diri anda untuk berpikir secara jernih, bukan secara dogmatis.


Tambahan : Sebenarnya saya ingin pula melihat ke dalam kalimat aslinya, sebab pengalaman saya, satu kata kadang memiliki banyak makna dan maksud. Tapi untuk sementara kita akan menggunakan terjemahan-terjemahan yang sudah ada.

Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (Yesaya 53:2)

"Tunas dari tanah kering"... Apa maksud kalimat ini? Apa ia akan dilahirkan oleh seorang wanita mandul sebagai refleksi dari perkataan "Tanah kering"? Jika IYA, maka Maria tidak bisa dikategorikan sebagai Tanah Kering, sebab dalam ayat lain dalam Perjanjian Baru, Yesus memiliki saudara.


Atau... Yesus lahir ketika keturunan Daud hampir punah? Jawabnya, Tidak!

Ia tidak tampan Apakah ini membicarakan fisik, Ahlak atau apa? Jika IYA, maka Yesus tidak menggenapinya sebab menurut berbagai literatur, Yesus digambarkan sebagai sosok yang berwibawa dan dihormati banyak orang. apalagi konon dia keturunan seorag Raja bernama DAUD.

Semaraknyapun tidak ada Apa yang dimaksud dengan semaraknya tidak ada? Padahal Yesus cukup terkenal sehingga orang-orang membicarakannya, bahkan mereka menghamparkan pakaiannya di tanah sambil berteriak "Hosana! Diberkatilah ia yang datang dalam nama Tuhan!"

Lebih jauh, ketika ia lahir, orang-orang Majus dari Timur datang untuk menyemarakkan kelahirannya. gembala-gembala di padang memuji Allah bersama para malaikat atas kelahiran Kristus sambil berkata “kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa”, lalu para gembala yang riang gembira menyambut kelahiran Yesus di padang gembalaan dan menengok Yesus dalam palungan dengan penuh suka cita. Bukankah semua ini seremoni menyemarakkan? 


Sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya Pada kenyataannya Yesus diikuti banyak orang kemana pun beliau pergi. Yang tidak menginginkan Yesus hanyalah segelintir orang-orang Yahudi yang merasa tersinggung oleh ucapan Yesus yang menganggap mereka sebagai pemerkosa hukum Taurat.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (Yesaya 53:2) (TR)
 
Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorang pun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. (Yesaya 53:2) (BIS)

Siapa yang menghina dan menghindari Yesus??

Tidak ada!! Kecuali hanya ahli-ahli kitab yang telah menyelewengkan ajaran Musa. Sementara masyarakat biasa cenderung menyukai Yesus dan selalu mengikuti Yesus kemanapun beliau pergi. Bahkan beliau memiliki 12 murid dari kedua belas suku israel. Mari kita simak ayat-ayat berikut :

Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Matius 4:25)

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: (Matius 5:1-2)

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. (Markus 2:13)

Dan masih banyak ayat lain yang serupa, menjelaskan begitu banyak orang mengikuti dan memuji-muji Yesus. Tentu hal ini bertentangan dengan nubuat orang itu dihina dan dihindari orang-orang.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (Yesaya 53:4-6)

Setiap utusan Tuhan pasti mengalami hal ini, dia dimusuhi oleh umatnya, padahal utusan-utusan tersebut Cuma menginginkan agar kita berada di dalam jalan Tuhan. Kita lihat bagaimana Yunus dimusuhi umatnya hingga beliau dimakan ikan Paus, lalu Muhammad yang diusir kaumnya sehingga beliau terlunta-lunta ke negeri asing bernama Madinah.

Artinya, bukan hanya Yesus yang menderita oleh kelakuan kaum-nya. Seluruh utusan menanggung derita pengusiran, intimidasi hingga ancaman pembunuhan Cuma karena menginginkan kaumnya beriman kepada Tuhan saja, agar mereka selamat di akhirat nanti. Dan setiap utusan itu terintimidasi, orang-orang akan bersorak dan berkata bahwa dia telah mendapat hukuman dari Tuhan (Baca : Berhala-berhala) yang mereka sembah.

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)

Ketika Yesus diseret oleh tentara-tentara Romawi ke hadapan Mahkamah, beliau banyak melakukan pembelaan seperti yang diceritakan oleh Bible berikut :

Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. (Matius 26:55)

Dalam ayat ini Yesus protes kepada para penangkapnya, dia merasa heran kenapa beliau ditangkap sementara beliau tidak pernah melakukan kejahatan. Pekerjaan beliau hanya mengajar di Bait Allah, lalu kenapa ditangkap seperti Teroris? Silakan bandingkan dengan Nubuat bahwa “ia seperti domba yang tidak membuka mulutnya”. Tidak membuka mulut, artinya bisa tidak melakukan pembelaan, bisa juga tidak berbicara apa-apa. Tapi pada kenyataannya Yesus terus melakukan pembelaan.

Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." (Matius 26:64)

Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." (Matius 27:11)


Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Yohanes 18:22-23)
Dari cerita-cerita ini kita bisa mengetahui bahwa Yesus saat itu membuka mulutnya (membela diri atau bicara), jadi nubuat Yesaya 53 tidak cocok dengan dirinya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. (Yesaya 53:8)

Bagaimana dengan Yesus?

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, artinya dia akan mati. dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?

Banyak orang yang memikirkan nasib Yesus ketika beliau meninggal. Murid-muridnya seperti Yusuf Aritea, Nikodemus memikirkan cara agar Yesus segera dikuburkan, mereka juga memikirkan tempat yang layak untuk menguburkan Yesus. Kemudian Maria Magdalena datang ke kubur Yesus, murid-murid yang menuju Galilea untuk menemui Yesus, ahli-ahli Taurat yang khawatir Yesus bangkit sehingga meminta kepada Pilatus untuk menjaga makam Yesus. Lalu orang-orang yang sadar bahwa Yesus bukanlah penjahat melainkan anak Allah... dan masih banyak lagi orang-orang yang memikirkan nasib Yesus setelah beliau meninggal.

Jadi, nubuat tersebut tidak cocok dengan diri Yesus.

Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (Yesaya 53:9)

Ketika Yesus terlihat sudah meninggal, murid-muridnya menghadap Pilatus untuk segera menurunkan Yesus dari tiang salib dengan alasan “tidak boleh menggantung mayat seseorang pada tiang salib pada hari Sabat”

Murid tersebut kemudian menguburkan Yesus di sebuah TAMAN.

Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. (Yohanes 19:41)

Yesus tidak dimakamkan di pemakaman umum, tapi di sebuah Taman. Tentu saja point ini penting di garis bawahi sebab Nubuat yang ditulis Yesaya adalah “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik”... dan Yesus TIDAK dikuburkan diantara kuburan siapapun, melainkan menyendiri di sebuah taman. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak cocok dengan Nubuat ini.

Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (Yesaya 53:10)

Tapi Jahwe ingin menghantjurkannja. Djikalau ia menjampaikan njawanja sebagai kurban pelunas, maka ia akan melihat keturunan dan memperpandjang umur hidupnja dan dengan perantaraannja kehendak Jahwe akan terdjadi.
(Ende 1970)

Jika DIA ikhlas menyerahkan dirinya sebagai penebus salah umatnya, maka Tuhan akan memperpanjang umurnya, dan dia akan melihat KETURUNANNYA.

Hal ini yang langsung ditolak mentah-mentah oleh orang Kristen, sebab Yesus tidak panjang umur (Mati) dan tidak memiliki keturunan (anak cucu) menurut kepercayaan mereka. Bahkan sebagian mereka mengutak-atik kata “Keturunannya” menjadi “orang-orang yang mengikutinya”. Padahal nubuatnya sangat jelas, bahwa yang namanya keturunan bukanlah pengikut, apalagi kita bisa membaca dalam Bible bahwa sewaktu hidup pun Yesus sudah memiliki banyak pengikut. Jadi jelas, pengkotak-katikan makna itu tidak manjur, sebab Yesaya menulis “Ia akan melihat keturunannya (Baca : pengikutnya) setelah ia di kuburkan. Tapi pada kenyataannya, sebelum Yesus dikubur baliau sudah memiliki banyak pengikut. Sungguh nubuat yang tidak tergenapi Yesus!!!

Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yesaya 53:11-12)

“dan hamba-Ku” kata ini cukup jelas  menjelaskan siapa orang tersebut. Ya, dia Cuma seorang hamba Tuhan. Sementara Yesus diklaim sebagai Tuhan oleh orang-orang Kristen. Dan sekali lagi, nubuat ini gagal digenapi oleh Yesus.

Mati diantara pemberontak, bukan hanya milik Yesus. Sebab Yohanes pun mati setelah memberontak kepada Herodes, Musa mati setelah memberontak kepada Fir’aun, dan lain-lain. Semua utusan Tuhan dianggap pemberontak oleh musuh-musuhnya, jadi kematian diantara pemberontak bukan hanya digenapi oleh Yesus seorang.

Perhatikan Yesaya pasal 53:12 : Tuhan akan memberikan orang-orang besar sebagai rampasan, orang-orang kuat sebagai jarahan.

Apakah Yesus punya?

Ketika Muhammad merelakan dirinya diusir dari tanah kelahirannya, beliau mendapat dukungan yang kuat di Madinah, dan justru dari Madinah itu beliau mendapat kekuatan besar sehingga beliau bisa menguasai seluruh semenanjung Arab. Sepanjang hidupnya, beliau dikelilingi oleh orang-orang kuat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Khalid bin Walid, Amr bin Ash, dan puluhan sahabat lain yang mencintai beliau melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri.

Begitu juga banyak pemimpin-pemipin kabilah arab dan raja-raja (orang-orang besar) beriman kepada Nabi Muhammad baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau meninggal dunia. Selain itu, setelah di Madinah, beliau melihat keturunannya tumbuh (Hasan dan Husain), dan kesengsaraan beliau selama di mekkah terbayar ketika tiba di Madinah.

Lalu Yesus?

Bahkan beliau ditinggalkan sahabat-sahabatnya sendiri ketika diseret ke pengadilan. Sebagian tanpa malu-malu berlari telanjang meninggalkan dia. Beliau di klaim tidak memiliki isteri, apalagi keturunan seperti yang telah dijanjikan Tuhan dalam nubuat Yesaya 53.

Silakan dicermati...

Saya tidak mengatakan bahwa Yesaya 53 digenapi oleh Nabi Muhammad, namun sedikit gambaran yang tertulis dalam kitab Yesaya kebetulan mirip dengan diri nabi Muhammad.

Allahu ‘alam....

Jumat, 29 April 2016

DANIEL 9:24-27

4 komentar:
Tergoda juga untuk menanggapi Bukti Kebenaran Alkitab yang di tulis oleh situs tersebut. Menurut dia kesimpulannya sangat unik dan tidak bisa disamakan dengan Alqur’an, ucapan Konghucu, ramalan Nostradamus, dll..

Buat saya sih nggak ada masalah, toh itu keyakinan dia. Cuma karena Al-Qur’an (kitab agama saya) disebut-sebut, maka saya pun tergelitik untuk menanggapinya. Mudah-mudahan bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.

1. Nubuat yang tergenapi

Menurut penulis blog ini, Alkitab sangat mengagumkan sebab berisi banyak nubuat (ramalan-ramalan) yang digenapi secara spesifik. Salah satunya Nubuat dalam kitab Daniel 9:24-27 yang kemudian hari digenapi oleh Yesus.

Berikut isi Kitab Daniel 9:24-27

Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. (Daniel 9:24)

Penjelasan : 

70x7=490 Masa.

Tuhan telah membuat ketetapan untuk kota Yerusalem, bahwa 490 Tahun kemudian Tuhan akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan, menggenapkan penglihatan nabi-nabi.
Ket : MASA di sini ukurannya tidak jelas apakah Hari, Minggu, bulan atau Tahun. Saya mengambil yang terpanjang yaitu Tahun.

Dalam Alkitab KJV disebut seventy weeks atau 70 minggu.

Dalam Alkitab BIS disebut tujuh puluh tahun.

Nggak jelas, mana yang benar sebab sudah tidak aneh... masing-masing versi Alkitab memiliki informasi yang berbeda-beda, tergantung mood penerjemahnya (mungkin)

Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. (Daniel 9:25)

Penjelasan :

Fahami!!! 7x7=49 Tahun sejak firman ini diucapkan, maka Yerusalem akan dipulihkan HINGGA kedatangan seseorang yang diurapi. Artinya, 49 tahun kemudian setelah Tuhan membuat Nubuat ini, Yerusalem akan mulai dipulihkan. Berarti orang yang diurapi itu datang 441 Tahun kemudian setelah Yerusalem mulai dipulihkan.

Pertanyaannya : Ketika Yesus lahir (datang), Apakah Yerusalem sedang atau sudah dalam masa pemulihan? Bukankah justru waktu Yesus lahir kondisi Yerusalem sedang kacau dan terjadi penindasan oleh bangsa Romawi. Kalau merujuk nubuat Daniel, harusnya ketika Yesus lahir, kondisi Yerusalem sudah pulih donk!!

Apakah Yesus lahir atau datang tepat 490 Minggu atau 490  Tahun setelah Daniel menuliskan nubuat itu dalam kitabnya? Jika Yesus datang setelah 490thn kematian Daniel, berati nubuat ini digenapi oleh yesus. TAPI kenyataannya, Daniel wafat 6 SM (600 tahun sebelum kelahiran Yesus) berarti ada selisih 100tahun dari nubuat yang tertulis. Dan tentu saja ini tidak digenapi oleh Yesus.

Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. (Daniel 9:26)

Setelah 62x7=434 Tahun, Yerusalem selesai dibangun dan pulih dari keterpurukannya. Namun ada bangsa yang tidak senang melihat Yerusalem berdiri lagi sehingga Raja dan rakyat bangsa itu menyerang untuk menghancurkan kembali Yerusalem. Namun Raja dan rakyatnya itu dimusnahkan oleh air bah.

Nah lho... kerajaan mana yang raja dan rakyatnya di musnahkan oleh air bah ketika zaman Yesus gara-gara ingin menghancurkan Yerusalem? Nggak ada kan? Berarti nubuat ini TIDAK COCOK dengan Yesus.

Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu. (Daniel 9:27)

Raja yang mau menghancurkan Yerusalem itu membuat perjanjian berat dengan penduduk Yerusalem selama 7 tahun untuk tidak melakukan korban sembelihan dan korban santapan.

Nah lho Raja mana yang begini ketika Yesus ada? Nggak ada kan? Berati ini nubuat BUKAN untuk Yesus.

Menurut www.sarapanpagi.com Raja itu adalah Yesus yang akan menghilangkan ritual korban sembelihan Yahudi. Padahal Raja yang dimaksud Daniel 9:27 mengacu pada Raja yang menyerang Yerusalem, BUKAN merujuk pada Yesus. 

Lagipula, perjanjian larangan penyembelihan korban ini Cuma 1x7 = 7 Tahun saja. Bandingkan dengan orang Kristen saat ini yang sama sekali menghilangkannya lebih dari dua ribun tahun bahkan mungkin hingga hari kiamat.

Satu hal lagi, Yesus tidak pernah membuat perjanjian apapun dengan penduduk Yerusalem selama hidupnya. Apalagi isi perjanjian tersebut sangat memberatkan bagi penduduk Yerusalem.

Kesimpulan

Apa yang ditulis oleh pemilik blog tersebut tak ubahnya seperti omong kosong. Dia hanya memungut sepotong-potong ayat yang menurutnya cocok dengan diri Yesus, kemudian membuang ayat-ayat lain yang dianggap tidak cocok dengan diri Yesus. Dan tentu saja ini tindakan yang TIDAK FAIR!!!! Menyalahi aturan dari sebuah cara menafsirkan.

Walaupun situs www.sarapanpagi.com  mengatakan orang yang diurapi sama dengan mesiakh dalam bahasa Ibrani, namun kita sudah membuktikan di atas bahwa nubuat tersebut sama sekali TIDAK COCOK dengan diri Yesus. Kemungkinan mesias-mesias selain Yesus yang menggenapinya namun tidak diceritakan oleh Bible (lihat kitab-kitab yang hilang). Dan jika kita googling pun, tidak ada penjelasan kapan Yerusalem pulih seperti sebelum kedatangan Nebukadnezar. Bahkan disebagian blog yang saya baca, di tulis : “janji tuhan pasti akan terlaksana” artinya, penulis itu pun masih menunggu penggenapan Yerusalem pulih.

2. Ketepatan Sejarah Yang Unik

Penulis blog Nubuat Kuno begitu bangga mengatakan bahwa tidak ada penemuan arkeolog yang menyanggah pernyataan Alkitab dst’a....

Menurut saya, penulis blog ini kurang membaca, atau bisa jadi dia pernah membaca Cuma pura-pura tidak melihat karena kalau menulis terlalu jujur rasanya repot juga bagi kepercayaannya sendiri.

Saya tidak akan terlalu banyak memberi contoh untuk hal ini. Namun perlu direnungkan baik-baik... bagaimana Tuhan dalam Alkitab menciptakan semesta dalam waktu 6 hari, kemudian menciptakan Adam yang wafat di usia 1000 tahun, lahir Nuh yang wafat 950Tahun, kemudian anak Nuh sekian tahun dan seterusnya.

Jika kita jumlahkan seluruh generasi dari usia Adam, usia Nuh, Usia anak Nuh hingga generasi Yesus Kristus. Maka bisa dihitung usia semesta ini tidak lebih dari 1 juta Tahun (bahkan mungkin tidak sampai 300ribu Tahun). Padahal ilmuwan-ilmuwan dunia menyatakan bahwa semesta ini sudah tercipta lebih dari milyaran tahun.

Nah lho... apa masih mau bilang bahwa tidak ada ahli yang menyanggah isi alkitab?

Mengenai usia semesta menurut Al-Qur’an bisa di lihat disini.

3. Ketepatan Ilmiah

Penulis blog dengan bangga hati mengatakan bahwa Alkitab memuat hal-hal yang berbau sains modern. Tentu yang nama sains modern adalah ilmu pengetahuan yang tidak diketahui masa lampau namun baru ditemukan beberapa tahun belakangan ini oleh para ilmuwan, baik dengan menggunakan alat modern maupun yang baru sebatas teori. 

Anehnya, penulis Blog tersebut tidak berani menjadikan “proses penciptaan semesta” dalam Alkitab sebagai contoh bukti sains modern tulisannya. Padahal proses penciptaan semesta berada di awal Kitab miliknya, yaitu kitab Kejadian. Mungkin dia lupa, atau mungkin dia tahu ketidak konsekwenan proses penciptaan semesta dalam Alkitab, sehingga ia menghindari hal ini dalam tulisannya.

Namun, dia menulis beberapa contoh sains modern dalam Alkitab sebagai berikut :

A. Bulatan Bumi 

Yang menciptakannya bertakhta di atas bulatan bumi, penduduknya tampak kecil seperti belalang. Ia membentangkan langit seperti kain, dan memasangnya seperti kemah untuk didiami. (Yesaya 40:22)
Penulis Blog Nubuat Kuno begitu bangga dengan ayat ini, sebab menurut pemikirannya alkitab menyebut bahwa Bumi itu Bulat dan ayat ini sesuai dengan penemuan ilmuwan saat ini yang mengatakan bahwa bumi itu bulat.

Untuk hal ini saya Cuma ingin mengingatkan, bahwa dulu ada beberapa ilmuwan dihukum mati oleh gereja disebabkan teori Geosentris yang mereka kemukakan. Sebut saja Nicolaus Copernicus, Gelileo Galilei, dan lain-lain. 

Faham nggak maksud saya?

Betul!!! Kalau Alkitab mengatakan bahwa bumi itu bulat, kenapa para ilmuwan itu dihukum mati oleh gereja lantaran mengemukakan teori bahwa bumi itu bulat? Dimana salahnya? Dan ironisnya, hukuman mati itu diberikan gereja Cuma dengan alasan bahwa teori mereka bertentangan dengan pemahaman gereja (Alkitab). Nah Lho...

Ada 2 kemungkinan dalam hal ini.

1. Gereja tidak tau kalau ada ayat Bible yang mengatakan bumi itu bulat 

2. Gereja mengedit alkitab, dan bumi di tuliskan bulat itu sekarang-sekarang hehe... sementara dulu ditulisnya Bumi Datar.

Penduduknya tampak kecil seperti belalang = Entah dari sudut mana Tuhan melihat penduduk bumi kecil-kecil seperti belalang. Sebab kalau dilihat dari bulan malah manusia nggak keliatan saking kecilnya.

Ia membentangkan langit seperti kain, dan memasangnya seperti kemah = coba bayangkan kain seperti kemah. Lalu coba bentangkan kain diatas sebuah bola volly, apakah permukaan bawah bola volly terdapat kain yang dibentangkan? 

Tidak!!! Artinya, teori langit seperti bentangan kain kemah sangat tidak mendasar. Apalagi kalau kita lihat tenda pada umumnya berbentuk segitiga, harus di kasih tiang dan tali. Sementara langit?

 “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, (Qs. Ar’Rad : 2)

B. Keluasan Yang Nyaris Tak Terhingga Dari Alam Semesta

Setinggi langit di atas bumi, setinggi itulah pikiran-Ku di atas pikiranmu, dan jalan-Ku di atas jalanmu. (Yesaya 55:9)

Setinggi langit dan bumi adalah sebuah ukuran jarak. Jadi darimana penulis blog tersebut bisa menyimpulkan keluasan yang tak terhingga? Jika kekuasaan Tuhan diukur jaraknya antara langit dan bumi, berarti kekuasaan Tuhan ada batasnya donk. Dia tidak bisa lebih tinggi dari langit dan tidak bisa lebih rendah daripada bumi.

“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Qs. Al-Ikhlas : 4)

C. Hukum kekelan massa dan energi

Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. (2 Petrus 3:7)

Jadi menurut ayat ini, saat ini langit dan bumi dipelihara Tuhan dari amukan api yang akan menghancurkannya nanti.

Berbeda dengan Alqur’an bahwa kehancuran langit dan bumi bukan hanya karena api. Melainkan gunung-gunung yang beterbangan menjadi seringan kapas, gempa bumi, air lautan yang meluap, langit yang robek, benda-benda angkasa yang berjatuhan (dalam pandangan manusia bumi), dll... 

Dan rasa-rasanya, tidak ada hubungannya deh antara 2 Petrus 3:7 dengan teori hukum kekekalan massa dan energi -_-

D. Siklus Hidrologis

Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.  (Pengkhotbah 1:7)

Okelah saya setuju dengan ayat ini, karena tidak bertentangan dengan kenyataan yang ada. Namun sangat aneh kalau hal ini dianggap sains modern sebab orang zaman Adam pun sudah tau bahwa sungai mengalir ke laut tanpa harus menggunakan google map, google earth dan sejenisnya.

Coba bandingkan dengan Alqur’an berikut : Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (Qs. Ar-Rahman 19-20).

Selain bahasanya indah, juga mengandung sains modern yang benar-benar sains, bukan teori sungai mengalir ke laut. Tapi ternyata jika dua lautan bertemu, airnya tidak pernah tercampur. Orang dulu tau bahwa air laut itu asin, tapi siapa tau, bahwa jika ada 2 laut bertemu maka kadar keasinan masing-masing laut tersebut tidak sama dan tidak tercampur satu sama lainnya. Belum lagi penemuan api dibawah air, penemuan sungai tawar dibawah laut yang semuanya ditulis oleh Al-Qur’an dan pada saat itu tidak ada orang yang mengetahuinya, dan baru diketahui akhir-akhir ini.

Masihkah mau bilang bahwa Alkitab tidak bisa disamakan dengan Alkitab?

Oh ya, tadi saya katakan Pengkhotbah 1:7 tidak ada masalah. Tapi kita lihat ayat-ayat sebelumnya yang sepertinya di sembunyikan oleh penulis blog tersebut : 

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. (Pengkhotbah 1:5)

Batul matahari terbit dan terbenam dalam pandangan manusia. Hanya saja kalimat “lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit” seolah memberi gambaran pada kita bahwa Matahari itu mengelilingi bumi. Dan kalimat buru-buru ini seolah matahari mengatur dirinya sendiri yang bisa saja telat dari jadwal terbitnya.

Berikut menurut Al-Qur’an tentang astronomi :

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Qs. Yassin : 39-40)

Menurut Alqur’an, Allah telah menetapkan waktu-waktu, garis edar dan segalanya terhadap Bulan dan Matahari sehingga keduanya tidak akan saling dahulu mendahului dan tentunya tidak ada yang buru-buru karena takut telat terbit. 

Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. (Pengkhotbah 1:6)

Ini lebih aneh lagi sebab angin bisa berhembus darimana saja, kemana saja. Tidak ada patokan harus selalu ke selatan kemudian berputar ke utara terus menerus.

E. Jumlah Bintang Yang Sangat Banyak

Seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir laut tidak tertakar, demikianlah Aku akan membuat banyak keturunan hamba-Ku Daud dan orang-orang Lewi yang melayani Aku." (Yeremia 33:22)

Bintang banyak mah bukan termasuk pengetahuan sains modern. Sebab orang zaman dulu pun tahu, mereka bisa melihat dengan mata telanjang ke atas langit tanpa harus menggunakan alat-alat canggih.

Tuhan akan membuat banyak keturunan Daud sebanyak bintang dan sebanyak pasir di lautan...
kita tidak tahu ada berapa trilyun pasir dilautan jumlahnya, tapi tahun ke tahun manusia bisa dihitung melalui sensus. Dan seluruh penduduk bumi saat ini tidak mencapai 1 trilyun. Artinya keturunan daud masih bisa dihitung.

F. Hukum entropi yang semakin meningkat

Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. (Mazmur 102:25)

Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; 102:26)

Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. (Yesaya 102:27)

Saya malah jujur bingung, ayat ini kolerasinya apa dengan Hukum entropi dan sains modern.

Dari yang saya baca, entropi adalah ukuran dari gangguan dalam sistem yang mengandung energi atau informasi. Semakin sedikit keteraturan sebuah sistem, semakin besar entropi yang dimiliki.

Orang bodoh pun tahu (selama dia punya agama), bahwa semua akan lenyap tapi Tuhan akan tetap ada. Dan ini bukanlah teori sains. Sains adalah sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Lha kalo membuktikan kekekalan Tuhan, harus dengan alat apa? Mikroskop? Teropong? Google Map?

G. Sirkulasi Atmosfer

Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. (Pengkhotbah 1:6)

Mending baca ini deh artikel Sirkulasi Atmosfer disini dan disini biar tidak terkecoh oleh klaim penulis blog Nubuat Kuno. Dan diatas sudah saya katakan bahwa angin bisa bertiup darimana dan kemana saja. Tidak ada penjelasan sains yang mengatakan bahwa angin selalu bertiup ke selatan, kemudian berputar ke utara secara terus menerus.

H. Medan Gravitasi

Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. (Ayub 26:7)

Membentangkan utara di atas kekosongan (TR)

Allah membentangkan langit, di atas samudra (BIS).

Kedua terjemahan ini berbeda, entah mana yang benar. Tapi yang jelas, langit terbentang bukan hanya diatas samudera. Kita pun yang berada di atas daratan bisa melihat langit yang terbentang.

Dan menggantungkan bumi pada kehampaan = kalimat menggantungkan disini, tentu secara logika harus menggunakan tali. Berbeda dengan kalimat “Allah menempatkan bumi di ruang hampa”. Tapi apapun teori yang ditulis penulis Blog Nubuat Kuno, ternyata semesta ini memiliki Massa.. dan mengatakan semesta adalah ruang hampa adalah kesalahan cek disini www.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat 

Berikut Al-Qur’an menceritakan tentang Gravitasi

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Qs. Ar-Rahman :7-8)

Maksudnya, Allah telah meninggikan penciptaan langit, dan dia menciptakan keseimbangan (yang di konotasikan dengan neraca) supaya kamu tidak melampui keseimbangan tersebut.

Keseimbangan disini tentulah gaya Gravitasi. Bayangkan kalau Allah tidak menciptakan keseimbangan setelah langit diciptakan, tentu benda-benda langit akan saling bertabrakan, dan bumi pun kemungkinan sudah lama hancur.

Supaya kamu tidak melampaui keseimbangan itu, artinya supaya masing-masing berada di tempatnya. Dan kita lihat bagaimana bumi, matahari, bulan dan bintang-bintang tertata rapi tidak jatuh meski tidak digantung dengan tali, tidak telat dari waktu ia berotasi dan sebagainya.

Silakan bandingkan, kedua ayat yang berada dalam Alkitab dan Al-Qur’an di atas, mana yang lebih cocok dikatakan mengandung sains? Meski benar orang zaman dulu pun tahu bahwa benda-benda langit tertata rapi dan seimbang, tapi mereka tidak mengetahui bahwa di balik rapinya tatanan benda-benda langit ternyata ada semacam gaya yang menopang ke kokohan tatanan itu, yaitu Gaya Gravitasi. Dan gaya gravitasi ini baru diketahui akhir-akhir ini oleh para ilmuwan.

I. pentingnya darah bagi kehidupan

Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (Imamat 17:11)

Menurut Bible, nyawa sebuah makhluk ada dalam darahnya. Padahal banyak orang mati mendadak dalam keadaan tidak kekurangan darah setetes pun. Jadi sungguh tidak logis sekali mengatakan bahwa nyawa makhluk ada dalam darahnya, meski memang nyaris tidak ada seekor makhluk pun hidup tanpa darah.

Dan lucu sekali jika ada kalimat “malaikat mencabut nyawanya” di artikan dengan, “Malaikat mengambil darahnya” apalagi malaikat menghisap darahnya (emangnya Vampire?).

Darah memang penting bagi kelangsungan hidup suatu makhluk, tapi darah bukanlah nyawa sebab Tumbuhan pun tetap hidup meski tidak memiliki darah. Dan perlu digaris bawahi bahwa Tumbuhan pun adalah makhluk Tuhan. Dan jika ada manusia mati, dia tidak akan bisa hidup lagi meski berkantong-kantong darah dimasukkan ke dalam tubuhnya.

KESIMPULAN

Sebenarnya masih ada beberapa point yang ditulis penulis Blog Nubuat Kuno, tapi saya sudah terlalu panjang menulis. Jadi, insya Allah kapan-kapan saya sambung kalau ada waktu.

Saya sebetulnya tidak ingin membantah teori yang ditulis penulis blog Nubuat Kuno, sebab itu argumen pribadinya tentang kitab sucinya dan tentang agamanya. Mau ia tafsirkan kemana pun Alkitabnya, itu hak dia. Namun keberaniannya menyebut-nyebut Al-Qur’an dalam teorinya telah menggugah saya untuk benar-benar melakukan perbandingan. Dan hasilnya bisa kita lihat seperti di atas.

Bila ada tulisan saya yang dirasakan kurang adil, silakan membantahnya di kolom komentar dengan baik.

Allahu ‘alam...

MATIUS 22:43-46

Tidak ada komentar:
Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Mereka menjawab: "Anak Daud." (Matius 22:41-42). 

Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:

MATIUS:
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya. (Matius 22:43-46)

MARKUS:
Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?  Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.  Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. (Markus 12:35-37)

LUKAS:
Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud? Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,  sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.  Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" (Lukas 20:41-44)

Pembahasan Secara Seksama

Secara sepintas, ayat yang dikutip oleh para pengarang injil kanonik dari Kitab Mazmur, tidak terlihat adanya kesalahan ataupun distorsi. Lagi-lagi mereka mengutipnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Namun, sebelum kita meneliti lebih lanjut, teks asli Kitab Mazmur harus disuguhkan berikut ini: 

Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!  Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.  TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." (Mazmur 110:1-4)

Jika kita meneliti secara cermat dan membandingkan teks yang dikutip para pengarang injil kanonik dengan teks asli Mazmur, kita akan menemukan 2 persoalan yang mencolok, yaitu:

1. Bahwa frasa "firman Tuhan kepada tuanku" dalam Mazmur adalah redaksi dari penyusun tak dikenal Kitab Mazmur untuk menunjuk kepada Daud. Sementara para pengarang injil kanonik telah mendistorsi teks asli Mazmur sedemikian rupa, dengan menjadikan frasa tersebut seolah-olah ditulis oleh Daud yang bercerita tentang "firman Tuhan kepada Yesus". Betapa krusialnya perubahan ini!

2. Perhatikan inisial "t" (huruf kecil) pada kata "tuanku" dan inisial "m" (huruf kecil) pada kata-kata "musuh-musuhmu" dan "kakimu" dalam Mazmur, oleh penerjemah Alkitab, inisial tersebut dirubah menjadi "T" (huruf besar) dan "M" (huruf besar) ketika menerjemahkannya ke dalam teks ayat injil-injil kanonik. Ini jelas-jelas merupakan upaya terselubung yang dimaksudkan untuk memenuhi gagasan "mesias" orang-orang Yahudi yang "dipaksakan" terpenuhi oleh Yesus. Benar-benar tidak berbicara kebenaran! 

Lebih kacau lagi, jika kita mencermati narasi ketiga pengarang injil-injil kanonik di atas, maka narasi tersebut justru BERTENTANGAN dengan Silsilah Yesus yang dikarang oleh pengarang Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Matius 1:1 dan Lukas 3:31). 

Perhatikan frasa yang dinisbahkan ke mulut Yesus oleh para pengarang injil-injil kanonik, "Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya, bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?". Frasa ini jelas-jelas menunjukkan bahwa Yesus BUKANLAH keturunan Daud. Dan memang benar, Bukan!!
 
back to top